Tingkatkan Kepedulian Pada Autisme

Tingkatkan Kepedulian Pada Autisme

Autisme berasal dari kata “auto” dalam bahasa Yunani yang memiliki arti seseorang dengan gejala “hidup dalam dunianya sendiri“, istilah ini diperkenalkan oleh Leo Kanner, seorang psikiater dari Harvard. Pada 1943, Kanner melakukan pengamatan pada 11 penyandang yang menunjukkan gejala kesulitan berhubungan dengan orang lain, mengisolasi diri, perilaku yang tidak biasa, dan cara komunikasi yang aneh. Pada umumnya, penyandang autisme mengacuhkan suara, penglihatan ataupun kejadian yang melibatkan mereka. Jika ada reaksi pun, terkadang tak sesuai dengan keadaan sekitarnya. Mereka menghindari atau tidak merespon kontak sosial (pandangan mata, sentuhan kasih sayang, bermain, dan sebagainya).

Para peneliti dari University of Cambridge melakukan penelitian dengan scan otak yang canggih untuk mengetahui penyebab autisme. Mereka menemukan bahwa ada bagian otak penyandang autis yang memang tidak mengenali kesadaran tentang dirinya sendiri. Oleh karena itu, mereka sangat kesulitan saat mengenali dunia sekitarnya.

WAAD-4

Image : Istimewa

Namun, bukan berarti penyandang autis tidak sanggup untuk berinteraksi dengan orang lain. Jika kita menunjukkan perhatian, penanganan yang tepat, dan dukungan positif dari lingkungan sekitarnya, mereka akan berkembang lebih optimal. Berikan kesempatan bagi penyandang autis untuk dapat menjalani hidup dengan lebih baik. Sikap acuh dan meremehkan autisme sebenarnya berasal dari informasi yang salah dan tingkat kepedulian yang rendah. Jika keluarga dekat mulai menunjukkan kepeduliannya, teman-teman, hingga mesyarakat secara luas akan dapat menerima, menghargai, dan memperlakukan mereka dengan positif. Apabila kepedulian terhadap autisme dari pemerintah dan masyarakat semakin meningkat, maka akan dapat tersedia lebih banyak kesempatan pendidikan bagi penyandang autis dengan biaya yang lebih terjangkau dan kualitas yang lebih baik.

Harapan seorang individu autis sangatlah sederhana, mereka ingin keadaannya dipahami dan diterima apa adanya. Kesempatan untuk berkembang lebih optimal pun sangat adalah impian mereka. Mari tingkatkan kepedulian kita terhadap autisme, karena mereka pun memiliki kehidupan yang sama seperti kita semua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s